Dalam buku membina angkatan mujahid ini, tokoh Hasan
Al-Banna, merupakan penggerak islam kontemporer, yang memiliki teori dalam
dunia dakwah islam dengan sudut pandang yang sangat universal dan komprehensif.
Dalam buku ini dijelaskan bahaya paling besar yang dihadapi oleh dakwah dan
jamaah ini ialah pewarisan yang cacat dan penisbatan diri yang tidak benar. Ya,
jalan dakwah memang tidak bisa terlepas dari peran jamaah yang merupakan
pejuang dalam dakwah itu sendiri dan jalan kita satu-satunya untuk memperjuangkan
ini semua adalah jalan yang dirintis dan ditempuh oleh Imam Hasan Al-Banna.
Karena salah satu prinsip dasar yang tidak boleh diabaikan seorang muslim
adalah bahwa umat islam harus mempunyai jamaah dan imam.
Oleh karena itu, menegakkan hukum Islam merupakan kewajiban
bagi setiap muslim dan dari hal itu dituntut adanya jamaah yang bekerja untuk
memperjuangkannya. Juadi, diperlukannya suatu aksi yang dapat mengubah pribadi
seorang muslim yang dapat memahami islam secara menyeluruh dan mendalam.
Dalam buku membina angkatan mujahid ini dipaparkan bahwa di
setiap wilayah islam berdiri suatu gerakan yang mengibarkan bendera politik
selain islam. Semua bendera politik ini ternyata dapat menarik banyak kelompok
kaun muslimin, sedangkan bendera politik islam, tiada seorang pun yang
mengibarkannya. Ya, kondisi ini sama dengan Indonesia saat ini, dimana bendera
politik yang mengatasnamakan sosialisme, nasionalisme dan sebagainya sangat
menarik banyak kelompok kaum muslimin. Oleh karena itu, harus ada pihak yang
yang mengibarkannya kembali panji-panji perjuangan untuk menegakkan sistem
politik Islam. Ya, merupakan suatu ke-HARUS-an bagi setiap muslim saat ini
untuk menegakanya.
Pembaruan ajaran islam dan proses perubahan terhadap pribadi
muslim dari suatu kondisi ke kondisi yang lain dan perubahan umat islam dari
satu fase ke fase yang lain merupakan suatu kewajiban dan tanggung jawab besar
kita.Kita membutuhkan gerakan secara menyeluruh yang dimulai dengan pengenalan
islam, lalu proses takwin (pembinaan) secara detail, dan berakhir dengan
pelaksanaan menyeluruh untuk mewujudkan tujuan besar yang telah Allah tugaskan
kepada setiap muslim. Ya, termasuk diri ini dan kita untuk mewujudkannya dan
melaksanakannya, dan kita mulai dari tempat kita sekarang berada, tepat nya
berada dalam tatanan dunia kampus. Pengenalan Islam mulai dari hal yang kecil
kepada teman-teman kampus, pembinaan secara detail dari semua aspek dan
komponen kampus yang nantinya kemenangan dakwah di kampus yang patut
diwujukan merupakan tujuan akhir. Islam memang mengharuskan kaum muslimin
mewujudkan tujuan-tujuan nya dengan berjuang dan berkorban dengan harta dan
jiwa. Tujuan-tujuan ini berkaitan dengan individu, keluarga, pekerjaan,
masyarakat, pemerintah, politik, ekonomi dan lainnya yang sangat berhubungan
dan dilandasi dengan Islam.
Pada saat ini banyak orang yang beranggapan bahwa tegaknya
daulah islamiyah berarti suatu kemunduran dan tidak senafas dengan zaman
sekarang dan membelenggu segala hal yang menyenangkan dan disukai. Mereka
beranggapan dunia akan memerangi dan memusuhi bila kita membangun dengan
mengatasnamakan Islam dan akan menghadapi bayak tekanan. Oleh karena itu, kita
sebagai sebuah gerakan yang urgensi pertamanya adalah mentarbiyah orang untuk
siap menunaikan tugas. Daripada itu diperlukan sarana untuk membentuk pribadi
muslim itu melalui pembina, manhaj atau sistem dan lingkungan yang sehat. Dalam
buku ini imam Hasan Al-Banna lebih mendahulukan kekuatan aqidah, iman,
persatuan, ikatan hati sebelum kekuatan lainnya.
Dalam risalah ta’alim, Hasan Al-Banna membagi tahapan dakwah
dalam tiga macam yaitu ta’rif dimana dakwah dilakukan dengan menyebarkan fikrah
islam ditengah masyarakat melalui sistem kelembagaan, takwin dimana dakwah
ditegakkan dengan melakukan seleksi terhadap anasir politik untuk memikul beban
jihad untuk menghimpun berbagai bagian yang ada, tanfidz dimana dakwah adalah
jihad yang terus menerus dan dengan ketaatan yang total untuk mengapai tujuan
akhir.
Setiap aktifis harus mewujudkan rukun-rukun bai’at pada
setiap individu untuk membangun gerakan yang komprehensif. Rukun bai’at itu
al-fahm atau pemahaman, ikhlas, amal, jihad, pengorbanan, tsabat atau teguh
pendirian, tajarrud atau totalitas, ukhuwah atau persaudaraan dan yang terakhir
tsiqoh atau percaya. Setiap rukun yang sepuluh itu adalah keniscayaan dan harus
dipenuhi oleh setiap aktifis agar dapat menunaikan tugasnya dalam jamaah.
Dimana tidak terpenuhinya salah satu rukun menjadikan seorang aktifis akan
cacat karena rukun ini dan akan menjadi cacat pula jamaah. Oleh sebab itu,
setiap rukun ini sudah seharusnya menjadi pegangan dan pedoman seorang aktivis
dalam menapaki dakwah.
Kata yang sangat saya sukai dari buku ini, yaitu Inilah
Islam. Ia mengakar dan mendarah daging di dada kaum muslimin lebih dalam dari
apa yang mereka bayangkan, setiap kali mereka berusaha memeranginya, maka akan
semakin besarlah frekuensi gerakannya di dada kaum muslimin. Kalaupun
pertarungan yang menentukan terjadi, maka Islam dan para penganutnya tidak akan
pernah kalah dengan izin Allah. Dan slogan, “ Kami datang untuk mengeluarkan
manusia dari penghambaan diri antar sesamanya menuju penghambaan diri kepada
Allah, dari kezaliman agama-agama menuju keadilan Islam.
Wallahuallam bis shawab.....
SEMANGAT MEMBINA....
^o^'v

.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar