Jumat, 15 April 2011

MEMBINA ANGKATAN MUJAHID


Dalam buku membina angkatan mujahid ini, tokoh Hasan Al-Banna, merupakan penggerak islam kontemporer, yang memiliki teori dalam dunia dakwah islam dengan sudut pandang yang sangat universal dan komprehensif. Dalam buku ini dijelaskan bahaya paling besar yang dihadapi oleh dakwah dan jamaah ini ialah pewarisan yang cacat dan penisbatan diri yang tidak benar. Ya, jalan dakwah memang tidak bisa terlepas dari peran jamaah yang merupakan pejuang dalam dakwah itu sendiri dan jalan kita satu-satunya untuk memperjuangkan ini semua adalah jalan yang dirintis dan ditempuh oleh Imam Hasan Al-Banna. Karena salah satu prinsip dasar yang tidak boleh diabaikan seorang muslim adalah bahwa umat islam harus mempunyai jamaah dan imam.

Oleh karena itu, menegakkan hukum Islam merupakan kewajiban bagi setiap muslim dan dari hal itu dituntut adanya jamaah yang bekerja untuk memperjuangkannya. Juadi, diperlukannya suatu aksi yang dapat mengubah pribadi seorang muslim yang dapat memahami islam secara menyeluruh dan mendalam.
Dalam buku membina angkatan mujahid ini dipaparkan bahwa di setiap wilayah islam berdiri suatu gerakan yang mengibarkan bendera politik selain islam. Semua bendera politik ini ternyata dapat menarik banyak kelompok kaun muslimin, sedangkan bendera politik islam, tiada seorang pun yang mengibarkannya. Ya, kondisi ini sama dengan Indonesia saat ini, dimana bendera politik yang mengatasnamakan sosialisme, nasionalisme dan sebagainya sangat menarik banyak kelompok kaum muslimin. Oleh karena itu, harus ada pihak yang yang mengibarkannya kembali panji-panji perjuangan untuk menegakkan sistem politik Islam. Ya, merupakan suatu ke-HARUS-an bagi setiap muslim saat ini untuk menegakanya.

Pembaruan ajaran islam dan proses perubahan terhadap pribadi muslim dari suatu kondisi ke kondisi yang lain dan perubahan umat islam dari satu fase ke fase yang lain merupakan suatu kewajiban dan tanggung jawab besar kita.Kita membutuhkan gerakan secara menyeluruh yang dimulai dengan pengenalan islam, lalu proses takwin (pembinaan) secara detail, dan berakhir dengan pelaksanaan menyeluruh untuk mewujudkan tujuan besar yang telah Allah tugaskan kepada setiap muslim. Ya, termasuk diri ini dan kita untuk mewujudkannya dan melaksanakannya, dan kita mulai dari tempat kita sekarang berada, tepat nya berada dalam tatanan dunia kampus. Pengenalan Islam mulai dari hal yang kecil kepada teman-teman kampus, pembinaan secara detail dari semua aspek dan komponen kampus yang nantinya kemenangan dakwah di kampus  yang patut diwujukan merupakan tujuan akhir. Islam memang mengharuskan kaum muslimin mewujudkan tujuan-tujuan nya dengan berjuang dan berkorban dengan harta dan jiwa. Tujuan-tujuan ini berkaitan dengan individu, keluarga, pekerjaan, masyarakat, pemerintah, politik, ekonomi dan lainnya yang sangat berhubungan dan dilandasi dengan Islam.

Pada saat ini banyak orang yang beranggapan bahwa tegaknya daulah islamiyah berarti suatu kemunduran dan tidak senafas dengan zaman sekarang dan membelenggu segala hal yang menyenangkan dan disukai. Mereka beranggapan dunia akan memerangi dan memusuhi bila kita membangun dengan mengatasnamakan Islam dan akan menghadapi bayak tekanan. Oleh karena itu, kita sebagai sebuah gerakan yang urgensi pertamanya adalah mentarbiyah orang untuk siap menunaikan tugas. Daripada itu diperlukan sarana untuk membentuk pribadi muslim itu melalui pembina, manhaj atau sistem dan lingkungan yang sehat. Dalam buku ini imam Hasan Al-Banna lebih mendahulukan kekuatan aqidah, iman, persatuan, ikatan hati sebelum kekuatan lainnya.

Dalam risalah ta’alim, Hasan Al-Banna membagi tahapan dakwah dalam tiga macam yaitu ta’rif dimana dakwah dilakukan dengan menyebarkan fikrah islam ditengah masyarakat melalui sistem kelembagaan, takwin dimana dakwah ditegakkan dengan melakukan seleksi terhadap anasir politik untuk memikul beban jihad untuk menghimpun berbagai bagian yang ada, tanfidz dimana dakwah adalah jihad yang terus menerus dan dengan ketaatan yang total untuk mengapai tujuan akhir.

Setiap aktifis harus mewujudkan rukun-rukun bai’at pada setiap individu untuk membangun gerakan yang komprehensif. Rukun bai’at itu al-fahm atau pemahaman, ikhlas, amal, jihad, pengorbanan, tsabat atau teguh pendirian, tajarrud atau totalitas, ukhuwah atau persaudaraan dan yang terakhir tsiqoh atau percaya. Setiap rukun yang sepuluh itu adalah keniscayaan dan harus dipenuhi oleh setiap aktifis agar dapat menunaikan tugasnya dalam jamaah. Dimana tidak terpenuhinya salah satu rukun menjadikan seorang aktifis akan cacat karena rukun ini dan akan menjadi cacat pula jamaah. Oleh sebab itu, setiap rukun ini sudah seharusnya menjadi pegangan dan pedoman seorang aktivis dalam menapaki dakwah.

Kata yang sangat saya sukai dari buku ini, yaitu Inilah Islam. Ia mengakar dan mendarah daging di dada kaum muslimin lebih dalam dari apa yang mereka bayangkan, setiap kali mereka berusaha memeranginya, maka akan semakin besarlah frekuensi gerakannya di dada kaum muslimin. Kalaupun pertarungan yang menentukan terjadi, maka Islam dan para penganutnya tidak akan pernah kalah dengan izin Allah. Dan slogan, “ Kami datang untuk mengeluarkan manusia dari penghambaan diri antar sesamanya menuju penghambaan diri kepada Allah, dari kezaliman agama-agama menuju keadilan Islam.

Wallahuallam bis shawab.....

SEMANGAT MEMBINA....
^o^'v

Tidak ada komentar:

Posting Komentar